06 Oktober 2026

Air Terbatas, Semangat Tak Terbatas Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Pantau Perjuangan Petani Hadapi Kemarau

Air Terbatas, Semangat Tak Terbatas Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak  Pantau Perjuangan Petani Hadapi Kemarau

PONTIANAK — Kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian Kota Pontianak. Keterbatasan air dan kondisi cuaca yang cukup ekstrem membuat petani harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan tanaman dan menjaga lahan pertanian tetap produktif.

Di tengah kondisi tersebut, Tim Bidang Pertanian Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak turun langsung ke lapangan pada 31 Agustus hingga 3 September 2026 untuk melakukan Monitoring Dampak Kemarau pada Lahan Pertanian Kelompok Tani.

Bukan sekadar melihat kondisi dari laporan, tim melakukan pemantauan langsung untuk mengetahui bagaimana kemarau memberikan dampak terhadap lahan dan tanaman yang dikelola para petani.

Keterbatasan air menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi petani. Kondisi tersebut menuntut petani untuk melakukan berbagai upaya agar tanaman tetap terpelihara dan lahan dapat terus dimanfaatkan.

Di tengah keterbatasan, petani tetap bertahan. Di tengah tekanan cuaca, aktivitas pertanian tetap berjalan.

Bagi DPPP Kota Pontianak, kondisi seperti ini membutuhkan perhatian dan pemantauan secara langsung. Melalui monitoring lapangan, tim dapat melihat kondisi aktual pertanian sekaligus mendengar secara langsung berbagai kendala yang dirasakan petani.

Pemantauan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh informasi mengenai kondisi pertanian akibat kemarau sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan di lapangan.

Kepala Bidang Pertanian DPPP Kota Pontianak Kanti Apriani, SP. MT menegaskan bahwa keberadaan pemerintah di tengah petani tidak hanya ditunjukkan melalui program, tetapi juga melalui kehadiran langsung ketika petani menghadapi berbagai tantangan.

“Kami hadir untuk memantau kondisi di lapangan, mendengar apa yang menjadi kendala petani, dan bersama-sama mencari langkah yang dapat dilakukan. Pertanian harus tetap berjalan meskipun menghadapi tantangan cuaca,” ujarnya.

Monitoring ini bukan hanya untuk melihat dampak kemarau secara kasat mata, tetapi menjadi bagian dari upaya kami mendapatkan gambaran kondisi pertanian secara faktual di lapangan. Data dan informasi dari petani sangat penting sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan dan tindak lanjut yang tepat.”

“Perubahan kondisi cuaca dan keterbatasan air merupakan tantangan yang harus kita sikapi bersama. Karena itu, petani perlu didorong untuk semakin adaptif dalam mengelola lahan, sementara pemerintah terus melakukan pemantauan dan penguatan koordinasi agar risiko terhadap produksi pertanian dapat diminimalkan. Intinya, kita tidak hanya ingin mengetahui seberapa besar dampak kemarau, tetapi juga memastikan apa yang bisa kita lakukan bersama agar lahan tetap produktif, petani tetap bertahan, dan keberlanjutan pertanian Kota Pontianak tetap terjaga” Tambah Kanti.

Kemarau menjadi pengingat bahwa sektor pertanian sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan iklim. Karena itu, kemampuan beradaptasi serta pemantauan kondisi lahan secara berkala menjadi semakin penting.

DPPP Kota Pontianak akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pertanian dan berkoordinasi bersama petani serta kelompok tani dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di lapangan. Kemarau boleh menguji, tetapi semangat petani tidak boleh berhenti.

Dari lahan pertanian, perjuangan itu terus berlangsung. Dan di tengah perjuangan tersebut, DPPP Kota Pontianak hadir—memantau, mendengar, dan bergerak bersama petani. Karena menjaga pertanian berarti menjaga kehidupan dan keberlanjutan pangan Kota Pontianak.

 

By. Novelia Mutiara Sari, SP. (POPT Ahli Pertama)

Op. Kesekretariatan

🌾

Asisten Virtual

Dinas Pertanian Pontianak

👋

Selamat Datang!

Saya adalah asisten virtual Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak. Ada yang bisa saya bantu?