06 Oktober 2026

HARGA SAYUR MELAMBUNG DI TENGAH KEMARAU, DINAS PANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA PONTIANAK TURUN TANGAN GELAR OPERASI PASAR SAYUR MURAH

HARGA SAYUR MELAMBUNG DI TENGAH KEMARAU,  DINAS PANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA  PONTIANAK  TURUN TANGAN GELAR OPERASI PASAR SAYUR MURAH

PONTIANAK — Kemarau tak hanya menguji ketahanan petani di Kota Pontianak. Dampaknya mulai terasa pada ketersediaan sejumlah komoditas sayuran di pasaran. Produksi yang menurun akibat keterbatasan air turut memengaruhi pasokan dan mendorong kenaikan harga sayuran.

Di tengah kondisi tersebut, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak mengambil langkah intervensi dengan menggelar Operasi Pasar Sayur Murah pada Kamis, 25 September 2025, di Kantor Kecamatan Pontianak Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga, memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi, khususnya komoditas volatile food.

Harga yang lebih ekonomis dibandingkan harga pasaran membuat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga berdatangan untuk mendapatkan kebutuhan sayuran bagi konsumsi rumah tangga.

Di balik tingginya antusiasme tersebut, terdapat persoalan yang tidak bisa diabaikan. Kemarau telah memberikan tekanan terhadap produksi sayuran petani. Keterbatasan air membuat sebagian petani menghadapi tantangan dalam mempertahankan produktivitas tanaman, sementara kebutuhan masyarakat terhadap sayuran terus berjalan.

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, SP. MM. mengatakan bahwa ketersediaan stok sayuran untuk operasi pasar kali ini memang masih terbatas. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk berhenti melakukan intervensi.

“Stok sayur saat ini memang tidak banyak. Namun DPPP berusaha menyediakan stok sayur untuk operasi pasar sayur murah. Ini merupakan bentuk upaya kami agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan sayuran dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah akan terus melihat perkembangan harga dan kondisi pasokan di pasar. Jika harga sayuran masih tinggi dan kondisi tersebut terus dirasakan masyarakat, DPPP akan berupaya kembali melaksanakan operasi pasar dengan menyediakan stok yang lebih banyak.

“Ke depannya, DPPP akan berusaha menyediakan stok sayur lebih banyak lagi. Terutama apabila harga sayur di pasar masih tinggi, kami akan berupaya melakukan operasi pasar sayur murah kembali. Prinsipnya, kami ingin masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang terjangkau,” tegasnya.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Kanti Apriani, SP. MT. menegaskan bahwa operasi pasar murah bukan semata-mata persoalan menjual sayuran dengan harga ekonomis, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap pangan bergizi.

“Operasi pasar sayur murah ini kita gelar untuk membantu memenuhi kebutuhan sayur masyarakat. Sayuran merupakan salah satu kebutuhan pangan yang penting bagi pemenuhan gizi keluarga. Karena itu, ketika harga di pasaran mengalami kenaikan, pemerintah perlu hadir memberikan alternatif agar masyarakat tetap dapat memperoleh sayuran dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi produksi akibat kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian. Ketika produksi menurun, pasokan ke pasar dapat ikut berkurang dan berpotensi memberikan tekanan terhadap harga.

Pemerintah tidak tinggal diam. DPPP Kota Pontianak terus memantau kondisi pasokan dan harga komoditas pertanian di lapangan serta berupaya mengambil langkah yang dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut ujar Kanti.

Operasi pasar sayur murah menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah tekanan harga pangan. Di saat kemarau memberikan dampak terhadap produksi petani, pemerintah berupaya menjaga agar dampaknya tidak semakin berat dirasakan masyarakat.

Dari lahan petani hingga meja makan masyarakat, stabilitas pangan menjadi tanggung jawab bersama. Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak akan terus memantau perkembangan produksi dan harga, memperkuat koordinasi, serta mencari langkah intervensi yang dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di Kota Pontianak.

Kemarau boleh datang, produksi boleh menghadapi tantangan, tetapi upaya menjaga pangan dan kebutuhan gizi masyarakat harus tetap berjalan..

 

By : Novelia Mutiara Sari, SP. (POPT Ahli Pertama)

Op. Kesekretariatan

🌾

Asisten Virtual

Dinas Pertanian Pontianak

👋

Selamat Datang!

Saya adalah asisten virtual Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak. Ada yang bisa saya bantu?