08 September 2026

Dari Lahan Terbatas Jadi Cuan Berlimpah! DPPP Pontianak Bongkar Strategi Sukses Bisnis Melon Hidroponik Premium

Dari Lahan Terbatas Jadi Cuan Berlimpah! DPPP Pontianak Bongkar Strategi Sukses Bisnis Melon Hidroponik Premium

Pontianak – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak menyelenggarakan pelatihan hidroponik dengan tema “Strategi Sukses Bisnis Melon Hidroponik Premium” pada Kamis, 6 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan pertanian modern yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah serta peluang usaha di sektor hortikultura.

Pelatihan dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Mudji Farm, dengan menghadirkan materi mengenai teknik budidaya melon secara hidroponik sekaligus strategi pengembangan usaha untuk menghasilkan produk melon premium yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak Kanti Apriani SP. MT. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan hidroponik ini secara khusus digagas sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pengetahuan maupun pengalaman mengenai budidaya hidroponik.

“Pelatihan ini kami gagas untuk peserta yang memang belum mengetahui hidroponik sama sekali. Kami ingin memberikan pemahaman dari dasar, mulai dari mengenal konsep hidroponik, cara budidaya, perawatan tanaman, hingga melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta tidak hanya memahami teknologinya, tetapi juga memiliki keberanian untuk mencoba dan mengembangkannya menjadi peluang usaha,” ujar Kanti.

Menurutnya, pengenalan teknologi hidroponik kepada masyarakat menjadi penting seiring dengan semakin terbatasnya lahan pertanian di perkotaan. Hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif budidaya yang efisien dalam pemanfaatan ruang, dengan pengelolaan air, nutrisi, suhu, dan lingkungan tanaman yang dapat dilakukan secara lebih terkontrol.

Ia menambahkan, melalui pelatihan tersebut peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung dan memahami bahwa hidroponik tidak hanya berkaitan dengan teknik bercocok tanam, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari 2 orang Narasumber yaitu Marsono dan Mohammad Zainuri mengenai berbagai aspek penting dalam penerapan sistem hidroponik, mulai dari pengelolaan lingkungan budidaya hingga pemeliharaan tanaman. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya pengendalian suhu ruangan, terutama pada budidaya melon hidroponik yang dilakukan di dalam greenhouse. Pengaturan suhu dan kondisi lingkungan diperlukan agar tanaman dapat tumbuh secara optimal dan menghasilkan buah berkualitas.

Selain itu, sistem hidroponik dinilai memiliki keunggulan dalam hal efisiensi penggunaan ruang. Dengan pengelolaan yang tepat, budidaya dapat dilakukan pada lahan terbatas dengan tetap memperhatikan kebutuhan tanaman. Perawatan tanaman juga relatif lebih mudah karena kondisi nutrisi, air, dan lingkungan dapat dikontrol secara lebih terukur.

Pada sesi praktik dan diskusi, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya sistem pengairan dalam budidaya hidroponik. Tanaman hidroponik membutuhkan ketersediaan air yang mengalir dan terkontrol untuk memastikan kebutuhan air dan nutrisi tanaman terpenuhi secara optimal.

Kegiatan semakin interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Sejumlah pertanyaan disampaikan peserta, di antaranya mengenai kendala hama dan penyakit pada tanaman melon hidroponik, pengaturan bentuk buah, langkah yang dilakukan apabila terjadi pemadaman listrik, serta jenis air yang sebaiknya digunakan dalam sistem hidroponik.

Berbagai pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena memberikan gambaran mengenai permasalahan yang dapat ditemui dalam praktik budidaya di lapangan. Peserta juga memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan budidaya melon hidroponik tidak hanya ditentukan oleh teknik penanaman, tetapi juga oleh ketepatan dalam mengelola air, nutrisi, lingkungan, serta melakukan pemantauan tanaman secara berkala.

Melalui kegiatan pelatihan ini, DPPP Kota Pontianak berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara optimal dalam pengembangan budidaya hidroponik. Selain meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi hidroponik diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan menghasilkan produk hortikultura berkualitas yang memiliki nilai tambah serta daya saing di pasar.

Pengembangan melon hidroponik premium menjadi salah satu contoh penerapan pertanian modern yang dapat dikembangkan di Kota Pontianak, khususnya dalam menjawab tantangan keterbatasan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi sektor pertanian.

Op. Kesekretariatan

🌾

Asisten Virtual

Dinas Pertanian Pontianak

👋

Selamat Datang!

Saya adalah asisten virtual Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak. Ada yang bisa saya bantu?