11 Mei 2026

Panen Jagung Perdana di Pontianak Utara Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Panen Jagung Perdana di Pontianak Utara  Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama kelompok tani melakukan panen perdana jagung hibrida di kawasan Pontianak Utara. Panen ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan lahan terbatas yang ada di kota.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Irwan Prayitno, SP. MP. menjelaskan, jagung yang dipanen merupakan jenis hibrida varietas NK Naga dengan masa tanam sekitar 110 hari. Panen dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah kota, stakeholder dari pemerintah provinsi, serta Tim Penggerak PKK Kota Pontianak.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan panen bersama jagung hibrida. Umur tanamnya kurang lebih 110 hari dan hari ini sudah siap dipanen,” ujarnya usai panen jagung, mewakili Wali Kota Pontianak di Rumah Potong Hewan Sapi Kunak Jalan Kebangkitan Nasional, Pontianak Utara, Kamis (5/3/2026).

Ia menerangkan, lahan jagung yang dipanen seluas sekitar 0,5 hektare dengan produksi basah mencapai kurang lebih 1,5 ton. Hasil panen tersebut sudah memiliki pasar yang siap menyerap produksi petani.

“Produksi yang dilakukan oleh kelompok tani ini sudah ada serapan pasarnya. Harapannya ini bisa mendorong kelompok tani untuk meningkatkan pendapatannya,” kata Irwan.

Ke depan, pihaknya juga akan berupaya melibatkan Perum Bulog untuk menyerap hasil produksi petani. Selain di lokasi tersebut, pemerintah kota juga menyiapkan lahan lain untuk pengembangan jagung, salah satunya di kawasan Balai Benih Hortikultura Batu Layang, Jalan Flora.

Irwan menambahkan, keterbatasan lahan menjadi tantangan utama pengembangan tanaman pangan di Kota Pontianak. Karena itu, pemerintah mendorong kelompok tani memanfaatkan lahan kosong milik pemerintah maupun lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kegiatan ini pada dasarnya untuk meningkatkan produksi tanaman pangan secara berkelanjutan. Karena lahan kita terbatas, maka kita dorong pemanfaatan lahan kosong agar bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani,” jelasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menyampaikan, gerakan panen jagung merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah kota, kelompok tani, penyuluh, serta berbagai pihak yang terlibat dalam sektor pertanian.

 

Menurutnya, jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang dapat memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di Kota Pontianak.

“Gerakan panen jagung ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kota Pontianak, kelompok tani, dan para penyuluh. Jagung menjadi salah satu komoditas strategis untuk memperkuat ketahanan pangan,” ungkapnya.

Ia juga menilai peran ibu-ibu sangat penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Melalui pemanfaatan lahan pekarangan atau lahan kosong, berbagai komoditas pertanian dapat dibudidayakan sehingga memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

“Dari tangan ibu-ibu inilah segala sesuatu bisa dimanfaatkan. Lahan kosong di sekitar rumah dapat diberdayakan untuk menambah perekonomian keluarga,” ujarnya.

Sukur  petani jagung Kota Pontianak mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Walikota Pontianak yang telah memberikan bantuan sarana produksi untuk lahan jagungnya yang ditanam sejak bulan November 2025. Sukur menyampaikan bahwa lahan di Kota Pontianak masih sangat memungkinkan untuk ditanami jagung dan menghasilkan produksi yang tinggi dan akan terus menanam jagung pada musim berikutnya.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Kanti Apriani mengatakan, pengembangan jagung di Pontianak diawali dengan uji coba sejak tahun 2025. Uji coba dilakukan setelah pihaknya melakukan studi banding ke Kabupaten Bengkayang yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Kalimantan Barat.

“Kita sudah melakukan uji coba di lahan gambut dan hasilnya memuaskan. Setelah berhasil, baru kita laksanakan penanaman di salah satu kelompok tani di Pontianak Utara,” jelasnya.

Panen perdana kali ini dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare milik Kelompok Tani Hidup Baru. Saat ini, terdapat lima kelompok tani di Pontianak Utara yang direncanakan akan mengembangkan komoditas jagung.

Menurut Kanti, sejak 2025 pemerintah kota menargetkan penanaman jagung seluas dua hektare dan target tersebut telah tercapai. Pada tahun 2026, pengembangan jagung akan kembali ditingkatkan seiring bertambahnya kelompok tani yang terlibat.

Selain jagung, Kota Pontianak juga memiliki komoditas unggulan hortikultura, terutama sayuran daun yang luas lahannya mencapai hampir 300 hektar. Produksi sayuran tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasok ke beberapa daerah di Kalimantan Barat.

Untuk komoditas cabai, pada tahun lalu luas lahan panen mencapai sekitar 10 hektare. Tahun ini pemerintah kota berencana meningkatkan produksi cabai melalui kerja sama dengan Bank Indonesia.

“Kita juga menyalurkan bantuan bibit cabai polibag sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi. Bibit yang disalurkan antara lain di Pontianak Barat sebanyak 3.940 batang dan di Pontianak Utara 4.240 batang,” pungkasnya.

Op. Kesekretariatan

🌾

Asisten Virtual

Dinas Pertanian Pontianak

👋

Selamat Datang!

Saya adalah asisten virtual Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak. Ada yang bisa saya bantu?